KEAMANAN SISTEM INFORMASI
KEAMANAN SISTEM INFORMASI
A. Pengertian
Keamanan
Menurut Wikipedia, Keamanan adalah
keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bias digunakan dengan hubungan kepada
kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Keamanan merupakan topik
yang luas termasuk keamanan komputer terhadap hacker atau cracker, keamanan
finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya.
Keamanan informasi memproyeksikan
informasi dari ancaman yang luas untuk memastikan kelanjutan usaha, memperkecil
kerugian perusahaan dan memaksimalkan laba atas investasi dan kesempatan usaha.
Manajemen sistem informasi memungkinkan data untuk terdistribusi secara
elektronis, sehingga diperlukan sistem untuk memastikan data telah terkirim dan
diterima oleh user yang benar.
B. Pengertian
Sistem
Menurut Lani Sidharta, sistem adalah
suatu susunan komponen yang membentuk suatu kegiatan yang berorientasi kearah
tujuan yang sama dengan melalui pengoperasian dan untuk memperoleh suatu
informasi. Sedangkan menurut Robert G, sistem sebagai seperangkat elemen-elemen
yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Jadi secara umum, sistem informasi
adalah sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberi informasi bagi pengambil keputusan dana atau untuk mengendalikan organisasi.
C. Pengertian Informasi
Menurut Wikipedia informasi adalah data
yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat
berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi
data menjadi suatu informasi input-proses-output.
Data merupakan Raw material
untuk suatu informasi perbedaan informasi dengan data sangat relatif tergantung
pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level
manajemen tertentu bias menjadi data bagi manajemen level diatasnya, dan
sebaliknya.
D. Pengertian
Keamanan Sistem Informasi
Keamanan sistem informasi merupakan
suatu subsistem dalam suatu organisasi yang bertugas mengendalikan risiko
terkait dengan sistem informasi berbasis komputer. Sistem keamanan informasi
memiliki elemen utama sistem informasi, seperti perangkat keras, database
prosedur, dan pelaporan. Sebuah contoh, data terkait dengan penggunaan sistem
dan pelanggaran keamanan bias jadi dikumpulkan secara real time, disimpan dalam
database, dan digunakan untuk menghasilkan laporan.
Sistem keamanan komputer dikembangkan
dengan menerapkan metode analisis, desain, implementasi, serta operasi
evaluasi, dan pengendalian. Tujuan setiap tahap hidup ini adalah sebagai
berikut.
Fase Siklus Hidup
|
Tujuan
|
Analisis sistem
|
Analisis kerentanan sistem dalam arti
ancaman yang relevan dan eksposur kerugian yang terkait dengan ancaman
tersebut.
|
Desain sistem
|
Desain ukuran keamanan dan rencana
kontingensi untuk mengendalikan eksposur kerugian yang ter-identifikasi.
|
Implementasi sistem
|
Menerapkan ukuran keamanan seperti yang
telah didesain.
|
Operasi, evaluasi, dan pengendalian
sistem
|
Mengoperasikan sistem dan menaksir
efektivitas dan efisiensi. Membuat perubahan sebagaimana diperlukan sesuai
dengan kondisi yang ada.
|
F. Keamanan
Sistem Informasi dalam Organisasi
Dalam praktiknya, implementasi dari keamanan
sistem informasi akuntansi seringkali berjalan kurang efektif. Hal tersebut
dikarenakan pengendaliannya yang tidak ahli dalam bidangnya. Idealnya, keamanan
sistem informasi akuntansi dilakukan oleh seorang CSO (Chief Security
Officer). Tugas utama CSO adalah memberikan laporan langsung kepada dewan
direksi untuk mendapatkan persetujuan dewan direksi. Laporan ini mencakup
setiap fase dari siklus hidup.
Fase Siklus Hidup
|
Laporan kepada Dewan Direksi
|
Analisis sistem
|
Sebuah ringkasan terkait dengan semua
eksposur kerugian yang relevan.
|
Desain sistem
|
Rencana detik mengenai pengendalian
dan pengelolaan kerugian, termasuk anggaran sistem keamanan secara lengkap.
|
Implementasi sistem, operasi,
evaluasi, dan pengendalian sistem
|
Mengungkapkan secara spesifik kinerja
sistem keamanan termasuk kerugian dan pelanggaran keamanan yang terjadi, analisis
kepatuhan, serta biaya operasi sistem keamanan.
|
G. Pentingnya
Sistem Informasi
Keamanan sistem dimaksudkan untuk
mencapai tiga tujuan utama, yaitu:
1) Kerahasiaan
Setiap organisasi berusaha melindungi
data dan informasinya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak
berwenang. Sistem informasi yang perlu mendapatkan prioritas kerahasiaan yang
tinggi mencakup sistem informasi eksekutif, SDM, sistem informasi keuangan.
2) Ketersediaan
Sistem dimaksudkan untuk selalu siap
dalam menyajikan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk
menggunakannya.
3) Integritas
Semua sistem dan subsistem yang dibangun
harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang
diwakilinya.
H. Analisis Kerentanan dan Ancaman
H. Analisis Kerentanan dan Ancaman
Dalam menganalisis kerentanan dan
ancaman sistem yang digunakan, umumnya ada dua pendekatan, yaitu:
1) Pendekatan
Kuantitatif
Menghitung setiap eksposur kerugian sebagai
hasil kali biaya kerugian setiap item eksposur dengan kemungkinan terjadinya
eksposur tersebut. Manfaat terbesar dari analisis semacam ini adalah ia dapat
menunjukkan bahwa ancaman yang paling mungkin terjadi bukanlah ancaman dengan
eksposur kerugian terbesar.
2) Pendekatan
Kualitatif
Pendekatan ini secara sederhana merinci
daftar kerentanan dan ancaman terhadap sistem, kemudian secara subjektif
meranking item-item tersebut.
Banyak perusahaan mengkombinasikan kedua
pendekatan tersebut. Apa pun metode yang dipakai, analisis eksposur kerugian
tersebut harus mencakup area berikut ini: Interupsi bisnis, Kerugian perangkat
lunak, Kerugian data, Kerugian perangkat keras, Kerugian fasilitas, Kerugian
jasa dan personel.
Kerentanan merupakan suatu kelemahan di
dalam suatu sistem. Ancaman merupakan suatu potensi eksploitasi terhadap suatu
kerentanan yang ada. Ancaman dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu:
1) Ancaman
Aktif
Mencakup kecurangan sistem informasi dan
sabotase komputer. Ada enam metode yang dapat digunakan untuk melakukan
kecurangan sistem informasi. Metode ini meliputi manipulasi input, perubahan
program, perubahan file secara langsung, pencurian data, sabotase, dan
penyalahgunaan atau pencurian sumber daya informasi.
a) Manipulasi
Input
Metode ini mensyaratkan kemampuan teknis
yang paling minimal. Seseorang bisa saja mengubah input tanpa memiliki
pengetahuan mengenai cara operasi sistem komputer.
b) Mengubah
Program
Metode ini jarang digunakan karena perlu
keahlian khusus dan hanya dimiliki sejumlah orang yang terbatas.
c) Mengubah
File secara Langsung
Dalam beberapa kasus, individu-individu
tertentu menemukan cara memotong (bypass) proses normal untuk menginput data
ke dalam program komputer. Jika hal ini terjadi, hasil yang dituai adalah
bencana.
d) Pencurian
Data
Pencurian data penting merupakan salah
satu masalah yang cukup serius dalam dunia bisnis hari ini. Dalam industri dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi, informasi kuantitatif dan kualitatif
terkait dengan salah seorang pesaing merupakan salah satu informasi yang cukup
diburu.
e) Sabotase
Seorang penyusup menggunakan sabotase
untuk membuat kecurangan menjadi sulit dan membingungkan untuk diungkapkan.
Sebagai contoh, seseorang mengubah database akuntansi dan kemudian mencoba
menutupi kecurangan tersebut dengan melakukan sabotase terhadap harddisk atau
media lain. Ada banyak cara yang dapat dilakukan yang dapat menyebabkan
kerusakan yang serius terhadap perangkat keras komputer. Magnet dapat digunakan
untuk menghapus tape magnetik dan disket, hanya dengan meletakkan magnet di
dekat media/ detak radar juga memiliki efek yang sama jika radar tersebut
diarahkan pada bangunan yang berisi media magnetik. Metode lainnya yakni kuda
troya, program virus, dan worm.
f) Penyalahgunaan
atau Pencurian Sumber Daya Informasi
Salah satu jenis penyalahgunaan
informasi terjadi pada saat seorang karyawan menggunakan sumber daya komputer
organisasi untuk kepentingan pribadi. Contohnya, lima orang karyawan dinyatakan
bersalah karena menggunakan komputer main frame perusahaan di jam-jam senggang
untuk mengoperasikan pemrosesan data perusahaan mereka sendiri.
2) Ancaman
Pasif
mencakup kegagalan sistem, termasuk bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan angin badai. Kegagalan sistem menggambarkan kegagalan komponen peralatan sistem, seperti kegagalan harddisk, matinya aliran listrik, dan lain sebagainya.
J. Individu Yang Dapat Menjadi Ancaman Bagi Sistem Informasi
1) Pengendalian Ancaman Aktif
mencakup kegagalan sistem, termasuk bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan angin badai. Kegagalan sistem menggambarkan kegagalan komponen peralatan sistem, seperti kegagalan harddisk, matinya aliran listrik, dan lain sebagainya.
J. Individu Yang Dapat Menjadi Ancaman Bagi Sistem Informasi
1) Personel Sistem Komputer
Personel sistem meliputi personel
pemeliharaan komputer, Programmer, operator, personel administrasi sistem
informasi, dan karyawan pengendalian data.
a) Personel Pemeliharaan
Sistem
Personel pemeliharaan sistem menginstall perangkat keras dan perangkat lunak, memperbaiki perangkat keras, dan
membetulkan kesalahan kecil di dalam perangkat lunak. Individu-individu semacam
ini mungkin tidak bekerja untuk perusahaan, tetapi bekerja untuk pemasok tempat
perusahaan membeli perangkat lunak akuntansi. Beberapa personel pemeliharaan
biasa saja berada dalam posisi yang memungkinkan ia melakukan modifikasi yang
tidak diharapkan terhadap keamanan dalam sistem operasi.
b) Programmer
Programmer sering menulis program untuk
memodifikasi dan memperluas sistem operasi jaringan. Individu-individu semacam
ini bisanya diberi account dengan kewenangan akses universal ke semua file
perusahaan.
c) Operator
Jaringan
Individu yang mengamati dan memonitor
operasi komputer dan jaringan komunikasi disebut operator jaringan. Biasanya,
operator diberi tingkat keamanan yang cukup tinggi sehingga memungkinkan
operator secara diam-diam mengawasi semua jaringan komunikasi (termasuk pada
saat pengguna individu memasukkan password), dan juga mengakses semua file di
dalam sistem.
d) Personel
Administrasi Sistem Informasi
Supervisor menempatkan posisi kepercayaan
yang sangat tinggi. Orang ini biasanya memiliki akses ke rahasia keamanan, file,
program, dan lain sebagainya. Administrasi account memiliki kemampuan untuk
menciptakan account fiktif atau untuk memberi password pada account yang sudah
ada.
e) Karyawan
Pengendali Data
Mereka yang bertanggung jawab terhadap
penginputan data ke dalam komputer disebut karyawan pengendali data. Posisi ini
memberi peluang bagi karyawan untuk melakukan manipulasi data input.
2) Pengguna
Pengguna diartikan sebagai orang-orang
(heterogen) yang menggunakan sistem informasi akuntansi tersebut. Banyak
pengguna memiliki akses ke data yang sensitif yang dapat merek bocorkan kepada
pesaing perusahaan. Pengguna memiliki kendali terhadap input komputer yang
cukup penting, seperti memo kredit, kredit rekening, dan lain sebagainya.
3) Penyusup
Setiap orang yang memiliki akses ke
peralatan, data elektronik, data file tanpa hak yang legal merupakan penyusup (intruders).
Penyusup yang menyerang sistem informasi sebagai sebuah kesenangan dan tantangan
dikenal dengan nama hacker. Tipe lain dari penyusup antara lain unnoticed
intruder, wiretapper, piggybacker, impersonating intruder, dan
eavesdropper.
K. Pengendalian
Terhadap Ancaman Kemanan Sistem Informasi
1) Pengendalian Ancaman Aktif
Cara utama untuk mencegah ancaman aktif
terkait dengan kecurangan dan sabotase adalah dengan menetapkan tahap-tahap
pengendalian akses. Pengendalian akses memisahkan penyusup dari sasaran
potensial mereka. Tiga tahap yang dapat digunakan dalam pengendalian ancaman
aktif antara lain, pengendalian akses lokasi, pengendalian akses internal, dan
pengendalian akses file.
a) Pengendalian
akses lokasi
Tujuannya adalah untuk memisahkan secara
fisik individu yang tidak berwenang dari sumber daya komputer. Semua pengguna
diwajibkan menggunakan tanda identifikasi keamanan. Ruangan yang berisi
peralatan komputer atau data yang sensitif harus memiliki pintu yang terkunci.
Misalnya dengan sistem autentifikasi perangkat keras biometrik. Secara otomatis
mengidentifikasi individu berdasarkan sidik jari mereka, ukuran tangan, pola
retina, pola suara, dan lain sebagainya.
b) Pengendalian
akses sistem
Merupakan suatu pengendalian dalam
bentuk perangkat lunak didesain untuk mencegah penggunaan sistem oleh pengguna
yang ilegal. Tujuan pengendalian ini untuk mengecek keabsahan pengguna dengan
menggunakan sarana seperti ID pengguna, password, alamat Internet Protocol
(IP), dan perangkat-perangkat keras.
c) Pengendalian
akses file
Pengendalian akses file mencegah akses
ilegal ke data dan file program. Umumnya dengan membuat petunjuk dan prosedur
resmi untuk mengakses dan mengubah file.
2) Pengendalian
Ancaman Pasif
Dalam ancaman pasif, yang umumnya terjadi
adalah kerusakan perangkat keras yang dikarenakan oleh berbagai hal,
diantaranya bencana alam. Pengendalian ancaman pasif dapat berupa pengendalian
preventif maupun korektif.
a) Sistem
toleransi kesalahan
Sebagian besar metode yang digunakan
untuk menangani kegagalan komponen sistem adalah pengawasan dan redundancy.
Jika salah satu sistem gagal, bagian yang redundance akan segera mengambil alih,
dan sistem dapat terus beroperasi tanpa interupsi. Sistem semacam ini disebut sistem
toleransi kesalahan yang dapat diterapkan pada lima level pada jaringan
komunikasi prosesor CPU, DASD, jaringan listrik, dan pada transaksi individual.
Misalnya toleransi kesalahan terhadap
mati listrik dapat dicapai dengan menggunakan uninterruptable power supply
(UPS). Ini artinya Jika listrik mati, sistem back up yang ada kalanya bertenaga
baterai, mengambil alih beberapa detik untuk memastikan tidak ada pemutusan
mendadak terhadap aktivitas pemrosesan yang sedang berlangsung.
b) Memperbaiki
kesalahan (Backup File)
Ada tiga jenis back up, yakni:
- Backup Penuh, yaitu membuat back up semua file yang ada dalam suatu disk.
- Backup inkrementell, melakukan backup semua file dengan nilai archive bit 1, kapan saja file tersebut mengalami perubahan, kemudian, setiap archive bit file akan kembali di set menjadi 0 selama proses backup.
- Backup diferensial, sama dengan backup inkrementell. Hanya saja, archive bit tidak di set menjadi 0 selama proses backup.
L. Pengelolaan
Resiko Bencana
1) Mencegah
Terjadinya Bencana
Mencegah terjadinya bencana merupakan
langkah awal pengelolaan risiko akibat suatu bencana. Studi menunjukkan
frekuensi penyebab terjadinya bencana adalah: Bencana alam (30%), Tindakan
kejahatan yang terencana (45%), dan Kesalahan manusia (25%). Implikasi dari
data tersebut adalah persentase terbesar penyebab terjadinya bencana dapat
dikurangi atau dihindari dari kebijakan keamanan yang baik. Banyak bencana yang
berasal dari sabotase dan kesalahan dapat dicegah dengan kebijakan dan
perencanaan keamanan yang baik.
2) Perencanaan
Kontingensi untuk Mengatasi Bencana
Rencana pemulihan dari bencana harus
diimplementasikan pada level tertinggi di dalam perusahaan. Langkah pertama
mengembangkan rencana pemulihan dari bencana adalah dukungan dari manajemen
senior dan penetapan komite perencanaan. Setelah kedua hal tersebut, rencana
pemulihan dari bencana harus didokumentasikan dengan hati-hati dan disetujui
oleh kedua pihak tersebut. Desain perencanaan mencakup tiga komponen utama: evaluasi
terhadap kebutuhan perusahaan, daftar prioritas pemulihan berdasarkan kebutuhan
perusahaan, serta penetapan strategi dan prosedur pemulihan.
a) Menaksir
Kebutuhan Perusahaan
Semua sumber daya yang penting harus
diidentifikasi. Sumber daya yang penting ini mencakup perangkat keras, perangkat
lunak, peralatan listrik, peralatan pemeliharaan, ruang gedung, catatan yang
vital, dan sumber daya manusia.
b) Strategi
dan Prosedur Pemulihan
Serangkaian strategi dan prosedur untuk
pemulihan merupakan hal yang penting. Perencanaan ini mesti mencakup hal-hal
yang cukup detail sedemikian rupa sehingga, pada saat bencana benar-benar
terjadi, perusahaan segera tahu apa yang harus dilakukan, siapa yang harus
melakukan, bagaimana melakukannya, dan berapa lama hal-hal tersebut harus
dilakukan.
c) Pusat
Respons Darurat
Pada saat bencana terjadi, semua
wewenang pengolahan data dan operasi komputer dialihkan kepada tim respons
darurat, yang dipimpin oleh direktur operasi darurat.
d) Prosedur
Eskalasi
Prosedur eskalasi menyatakan kondisi
seperti apa yang mengharuskan perlunya pengumuman terjadinya bencana, siapa
yang harus mengumumkan, dan siapa yang harus diberi tahu tentang adanya
bencana.
e) Menentukan
Pemrosesan Komputer Alternatif
Bagian terpenting dari rencana pemulihan
dari bencana adalah menentukan spesifikasi lokasi cadangan yang akan digunakan
jika lokasi komputasi primer rusak atau tidak dapat berfungsi. Ada tiga macam
lokasi cadangan, yaitu:
- Cold site merupakan alternatif lokasi komputasi yang memiliki instalasi kabel komputer, tetapi tidak dilengkapi dengan peralatan komputasi.
- Hot site merupakan lokasi alternatif yang dilengkapi dengan instalasi kabel dan peralatan komputasi.
- Flying-start site merupakan alternatif yang dilengkapi dengan instalasi kabel, peralatan, dan juga data backup dan perangkat lunak yang up-to-date.
f) Rencana
Relokasi Karyawan
Perencanaan kontingensi perlu
mempertimbangkan kemungkinan perlunya memindahkan karyawan ke lokasi cadangan.
g) Rencana
Penggantian Karyawan
Penggantian seorang karyawan dengan
kemampuan yang tinggi merupakan satu hal yang tidak mudah. Penggantian karyawan
semacam ini memerlukan pelatihan yang sangat ekstensif.
h) Perencanaan
Penyelamatan
Dalam beberapa bencana, perusahaan masih
dapat menyelamatkan peralatan dan catatan yang berharga dari kerugian lebih
lanjut, jika perusahaan dapat mengambil tindakan yang tepat secara cepat.
i) Perencanaan
Pengujian Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Kebutuhan komputasi perusahaan sering
berubah dengan sangat cepat. Perencanaan yang kadaluwarsa atau tidak teruji
barangkali tidak dapat dijalankan pada saat bencana benar-benar terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
- Rahardjo, Budi. (2012). “ Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet”. [Online]. Tersedia http://www.geocities.ws/hme_istn/Efiles/handbook.pdf
- Ibisa. 2011. Keamanan Sistem Informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset http://repository.upnyk.ac.id/143/1/47_Keamanan_Sistem_Informasi.pdf
- http://deanisa-catatan-kuliahku.blogspot.com/2016/12/keamanan-sistem-informasi.html



0 komentar: